Loading ...

Kategori

Level

Instructors

25 Kelas
Pelatihan Digital Marketing With n8n Menengah
Pelatihan Digital Marketing With n8n
0 (0 Rating)

Strategi Otomatisasi Work flow untuk Pemasaran Digital yang Efektif, Terukur, dan Efisien.

Sustainable Banking & UMKM Growth: Panduan Komprehensif Kesiapan Industri Keuangan Menghadapi POJK 19/2025 Menengah
Sustainable Banking & UMKM Growth: Panduan Komprehensif Kesiapan Industri Keuangan Menghadapi POJK 19/2025
0 (0 Rating)

Transisi menuju ekonomi hijau dan inklusif bukan lagi sekadar wacana global, melainkan telah menjadi kewajiban regulatori di Indonesia. Kehadiran POJK Nomor 19 Tahun 2025 menegaskan komitmen regulator dalam mendorong industri keuangan—mulai dari Bank Umum hingga Bank Perekonomian Rakyat (BPR)—untuk mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan fokus pada pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Regulasi ini menuntut kesiapan fundamental dari sisi institusi keuangan. Mengalokasikan portofolio pembiayaan UMKM yang berkelanjutan memerlukan pembaruan pada matriks risiko, penyesuaian Standard Operating Procedure (SOP) kredit, hingga kesiapan infrastruktur sistem teknologi dan pelaporan digital yang akurat. Keterlambatan dalam beradaptasi dengan POJK 19/2025 tidak hanya berpotensi memunculkan sanksi kepatuhan, tetapi juga hilangnya momentum strategis dalam menguasai pangsa pasar UMKM yang terus berkembang. Pelatihan ini dirancang sebagai panduan taktis dan strategis agar institusi keuangan siap melakukan transformasi sustainable banking secara efektif, patuh, dan menguntungkan.

Tujuan Pelatihan Setelah menyelesaikan program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Membedah esensi dan kewajiban-kewajiban krusial yang diamanatkan dalam POJK 19/2025 terkait keuangan berkelanjutan dan pembiayaan UMKM.

  • Merancang strategi penyaluran kredit UMKM yang sejalan dengan prinsip kelayakan bisnis (komersial) sekaligus memenuhi kriteria ESG.

  • Menyesuaikan kerangka Manajemen Risiko bank untuk mengakomodasi risiko sosial dan lingkungan dari portofolio pembiayaan.

  • Mempersiapkan pembaruan infrastruktur digital dan tata kelola pelaporan internal untuk memenuhi standar kepatuhan OJK secara efisien.

K-TALK (Koperasi Talent Talk): Membedah Fungsi, Tugas, dan Kompetensi Jabatan Koperasi Merah Putih Pemula
K-TALK (Koperasi Talent Talk): Membedah Fungsi, Tugas, dan Kompetensi Jabatan Koperasi Merah Putih
0 (0 Rating)

K-TALK (Koperasi Talent Talk): Membedah Fungsi, Tugas, dan Kompetensi Jabatan Koperasi Merah Putih

Pengelolaan koperasi yang modern, akuntabel, dan kompetitif memerlukan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kejelasan peran dan kompetensi tinggi. Program K-TALK (Koperasi Talent Talk) hadir secara khusus sebagai wadah edukasi strategis untuk mengupas tuntas arsitektur organisasi di Koperasi Merah Putih. Pelatihan ini akan membedah secara komprehensif fungsi, tata kelola, tata kerja, hingga standar kompetensi yang dibutuhkan pada setiap jabatan, mulai dari tingkat pengurus, pengawas, pengelola (manajemen), hingga staf operasional. Dengan pemahaman struktur jabatan yang jelas, setiap personel dapat bergerak selaras untuk mendorong pertumbuhan bisnis koperasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi anggota.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan agar peserta mampu:

  • Memahami struktur tata kelola organisasi koperasi modern dan prinsip pembagian kerja yang ideal.

  • Mengidentifikasi tugas pokok, fungsi, dan wewenang (job description) di setiap lini jabatan Koperasi Merah Putih.

  • Memahami standar kompetensi, keahlian, dan indikator keberhasilan kerja yang wajib dipenuhi oleh setiap pemegang jabatan.

  • Menyelaraskan peran individu dengan kepatuhan regulasi perkoperasian serta target strategis Koperasi Merah Putih.

Sub-Bab Materi Pelatihan

Bagian 1: Arsitektur Organisasi & Tata Kelola Koperasi Modern

  • Struktur tata kelola hubungan antara Rapat Anggota, Pengurus, Pengawas, dan Pengelola.

  • Alur koordinasi, pengambilan keputusan, dan pelaporan yang akuntabel.

Bagian 2: Bedah Fungsi dan Tugas Jabatan Lini Keberlanjutan & Pengawasan

  • Peran, tanggung jawab, dan batasan wewenang Pengurus dan Pengawas.

  • Kriteria kompetensi strategis dalam mengendalikan arah kebijakan koperasi.

Bagian 3: Eksplorasi Kompetensi Jabatan Operasional & Bisnis

  • Mengupas tugas pokok dan fungsi posisi kunci: Manajer Utama/Eksekutif, Bagian Kredit/Pembiayaan, Bagian Dana/Tabungan, Akuntan/Khasanah, hingga Layanan Anggota (Frontliner).

  • Standar Operational Procedure (SOP) dan indikator performa harian di setiap divisi.

Bagian 4: Pengembangan Kompetensi dan Integritas SDM Koperasi

  • Memetakan kompetensi inti (core competencies) dan kompetensi teknis karyawan.

  • Membangun budaya kerja yang berintegritas, berorientasi pelayanan, dan adaptif terhadap digitalisasi koperasi.

Manfaat Pelatihan

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan berbagai manfaat nyata, antara lain:

  • Kejelasan Peran (Role Clarity): Menghilangkan tumpang tindih tugas (overlapping) antar-bagian melalui pemahaman job description yang presisi dan baku.

  • Peningkatan Standar Profesionalisme: Membekali SDM dengan pemahaman kompetensi kerja yang komprehensif, sehingga siap melaksanakan tugas dengan performa terbaik.

  • Efisiensi Operasional: Membantu manajemen dalam melakukan evaluasi kinerja, penempatan karyawan yang tepat (right man on the right place), serta penyusunan jalur karier internal.

  • Penguatan Tata Kelola (Good Co-operative Governance): Mendorong terciptanya lingkungan kerja koperasi yang transparan, profesional, dan patuh terhadap regulasi demi menjaga kepercayaan seluruh anggota.

Smart Archiving: Mengoptimalkan Alur Kerja Perbankan melalui Sistem Kearsipan Digital. Menengah
Smart Archiving: Mengoptimalkan Alur Kerja Perbankan melalui Sistem Kearsipan Digital.
0 (0 Rating)

Di era digital yang serba cepat, industri perbankan dituntut untuk memproses informasi dengan tingkat akurasi, kecepatan, dan keamanan yang maksimal. Tumpukan dokumen fisik yang tidak terkelola dengan baik sering kali menjadi hambatan utama yang memperlambat alur kerja operasional, meningkatkan risiko kehilangan data, dan berpotensi melanggar standar kepatuhan (compliance) perbankan.

Pelatihan "Smart Archiving: Mengoptimalkan Alur Kerja Perbankan melalui Sistem Kearsipan Digital" dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan tersebut. Program ini akan membekali para profesional perbankan dengan pengetahuan strategis dan taktis untuk beralih dari sistem kearsipan konvensional menuju sistem pengelolaan dokumen elektronik (EDMS) yang cerdas, aman, dan terintegrasi.

Tujuan Pelatihan

Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami fundamental sistem kearsipan digital dan peranannya dalam efisiensi perbankan modern.

  • Merancang strategi migrasi dokumen fisik ke format digital dengan meminimalisir risiko operasional.

  • Menerapkan standar keamanan dan enkripsi tingkat tinggi untuk melindungi data nasabah dan rahasia bank.

  • Memastikan kepatuhan hukum (compliance) terhadap regulasi terkait retensi dan pemusnahan dokumen perbankan.

  • Mengotomatisasi alur kerja (workflow) untuk mempercepat proses approval, audit, dan layanan nasabah.

BPR Performance Excellence: Praktik Integrasi Parameter, KPI, dan OKR secara Komprehensif Menengah
BPR Performance Excellence: Praktik Integrasi Parameter, KPI, dan OKR secara Komprehensif
0 (0 Rating)

Di tengah dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif dan regulasi yang terus berkembang, Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dituntut untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga bertumbuh secara eksponensial. Banyak BPR berjuang dalam menerjemahkan visi strategis ke dalam eksekusi operasional sehari-hari. Seringkali, ada kesenjangan antara target yang ditetapkan oleh manajemen puncak dengan pencapaian di tingkat cabang maupun individu.

Pelatihan "BPR Performance Excellence: Praktik Integrasi Parameter, KPI, dan OKR secara Komprehensif" dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Program ini memberikan panduan praktis bagi manajemen BPR untuk menggabungkan stabilitas metrik Key Performance Indicators (KPI) dengan kelincahan Objectives and Key Results (OKR). Dengan pendekatan ini, BPR dapat memastikan rutinitas operasional (seperti menjaga rasio NPL dan BOPO) tetap terkendali, sembari mendorong inisiatif strategis (seperti digitalisasi layanan atau ekspansi pasar baru) secara agresif dan terukur.

Inside the Bank: Mengupas Cara Kerja Perusahaan Perbankan dan Struktur Job Desk secara Komprehensif Pemula
Inside the Bank: Mengupas Cara Kerja Perusahaan Perbankan dan Struktur Job Desk secara Komprehensif
0 (0 Rating)

Inside the Bank: Mengupas Cara Kerja Perusahaan Perbankan dan Struktur Job Desk secara Komprehensif

Industri perbankan sering kali terlihat rumit dari luar karena regulasi yang ketat dan dinamika operasional yang sangat masif. Pelatihan "Inside the Bank" hadir untuk membuka "kotak hitam" tersebut dengan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai arsitektur bisnis bank, produk utama, manajemen risiko, hingga alur kerja antar-divisi. Melalui program ini, peserta akan diajak membedah peta tanggung jawab (job description) di setiap lini fungsi—mulai dari front office, middle office, hingga back office—sehingga mampu melihat ekosistem perbankan secara utuh, adaptif, dan profesional.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan agar peserta mampu:

  • Memahami mekanisme bisnis perbankan (how banks make money) dan fungsi intermediasi keuangan secara mendalam.

  • Memetakan alur kerja operasional dan interaksi strategis antara lini bisnis, manajemen risiko, dan sistem pendukung.

  • Mengenali struktur organisasi bank beserta kualifikasi, kompetensi, dan tanggung jawab nyata di setiap posisi kerja.

  • Memahami dampak regulasi otoritas keuangan (BI, OJK, LPS) serta tren digitalisasi terhadap operasional harian bank.

Manfaat Pelatihan

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta akan mendapatkan berbagai manfaat nyata, antara lain:

  • Kejelasan Peta Karier: Menghilangkan spekulasi dengan memahami secara pasti peran harian spesifik seperti Relationship Manager, Credit Analyst, Risk Officer, hingga tim IT Core Banking.

  • Kesiapan Kerja Tinggi: Membekali diri dengan wawasan setingkat bankir profesional, sehingga lebih unggul saat menghadapi wawancara kerja, program induksi, maupun penilaian kinerja.

  • Kolaborasi Tanpa Sekat: Membantu profesional perbankan memperluas perspektif menyeluruh (helicopter view), mengurangi ego sektoral (silo mentality), dan meningkatkan kelancaran koordinasi antar-divisi.

  • Penyelarasan Solusi (Bagi Vendor/Mitra): Membantu mitra strategis perbankan memahami kebutuhan riil dan regulasi klien mereka, sehingga mampu menyediakan solusi teknologi atau layanan yang lebih tepat sasaran.

Kepatuhan & Strategi UU PDP di Sektor Perbankan: Panduan Komprehensif Perlindungan Data Nasabah Menengah
Kepatuhan & Strategi UU PDP di Sektor Perbankan: Panduan Komprehensif Perlindungan Data Nasabah
0 (0 Rating)

Sektor perbankan merupakan salah satu industri yang paling masif dalam mengelola data pribadi, mulai dari data finansial nasabah, riwayat transaksi, hingga data spesifik seperti biometrik (pengenalan wajah) untuk proses Know Your Customer (e-KYC) maupun presensi internal pegawai. Berlakunya Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) membawa standar kepatuhan baru yang sangat ketat bagi seluruh Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di sektor keuangan.

Transisi menuju digitalisasi menuntut bank tidak hanya fokus pada inovasi layanan, tetapi juga pada tata kelola keamanan informasi yang mumpuni. Ketidakpatuhan terhadap UU PDP berpotensi mendatangkan sanksi administratif yang berat hingga denda maksimal 2% dari total pendapatan tahunan, serta ancaman pidana dan risiko reputasi yang fatal. Pelatihan ini dirancang sebagai panduan strategis dan teknis bagi manajemen perbankan, tim kepatuhan (OJK/BI), hingga tim teknis/developer untuk memastikan arsitektur sistem, operasional bisnis, dan manajemen vendor pihak ketiga telah sepenuhnya memenuhi standar pelindungan data pribadi.

Tujuan Pelatihan Setelah mengikuti program ini, peserta diharapkan mampu:

  • Memahami secara utuh klasifikasi data pribadi, hak-hak subjek data (nasabah/pegawai), dan kewajiban bank sebagai Pengendali (Data Controller) maupun Prosesor Data (Data Processor).

  • Melakukan pemetaan aliran data (data flow mapping) pada sistem inti perbankan, aplikasi layanan digital, hingga sistem pendukung operasional seperti HRIS/EHR.

  • Merancang dan memperbarui Privacy Policy, Consent Form, serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan vendor IT penyedia server/VPS.

  • Menyusun protokol mitigasi risiko kebocoran data (Data Breach Response Plan) dan mempersiapkan penunjukan Data Protection Officer (DPO).

 

Digital HR Transformation: Membangun Sistem Manajemen SDM yang Efisien dan Terintegrasi Pemula
Digital HR Transformation: Membangun Sistem Manajemen SDM yang Efisien dan Terintegrasi
0 (0 Rating)

Strategi Membangun Manajemen SDM

Sistem pengelolaan karyawan yang lemah sering kali menjadi akar masalah dari rendahnya produktivitas, tingginya angka turnover, dan konflik internal di dalam perusahaan. Pelatihan "Strategi Membangun Manajemen SDM" hadir untuk memberikan solusi taktis bagi organisasi dalam membangun fondasi HR yang kokoh. Dalam program ini, peserta akan belajar bagaimana menyelaraskan strategi pengelolaan manusia dengan target bisnis perusahaan, mulai dari perencanaan, perekrutan, penilaian kinerja, hingga retensi karyawan. Pelatihan ini dirancang agar dapat diimplementasikan secara nyata, mengubah pengelolaan SDM tradisional menjadi manajemen talenta yang strategis dan adaptif.

Tujuan Pelatihan

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan agar peserta mampu:

  • Memahami prinsip dasar dan fungsi strategis manajemen SDM dalam mendukung pertumbuhan bisnis.

  • Merancang struktur organisasi, analisis jabatan, dan deskripsi pekerjaan yang jelas dan terstandarisasi.

  • Menyusun sistem rekrutmen dan onboarding yang efektif untuk mendapatkan talenta yang tepat.

  • Mengembangkan sistem penilaian kinerja berbasis KPI/OKR yang objektif dan terukur.

  • Merumuskan strategi pengembangan kompetensi dan retensi untuk menjaga motivasi serta loyalitas karyawan.

Manfaat Pelatihan

Dengan mengikuti pelatihan ini, peserta dan perusahaan akan mendapatkan manfaat nyata, antara lain:

Bagi Peserta:

  • Peningkatan Kompetensi: Menguasai keterampilan praktis dalam mengelola siklus hidup karyawan dari hulu ke hilir.

  • Alat Kerja Siap Pakai: Mendapatkan wawasan dan framework konkret untuk menyusun regulasi internal, KPI, dan program HR.

  • Kepercayaan Diri: Mampu mengambil keputusan strategis terkait pengelolaan tim dan menyelesaikan masalah ketenagakerjaan secara profesional.

Bagi Perusahaan:

  • Efisiensi Operasional: Menekan biaya akibat salah rekrutmen atau tingginya angka karyawan yang keluar (turnover).

  • Produktivitas Maksimal: Menciptakan lingkungan kerja yang teratur dengan target kerja tim yang lebih jelas dan terarah.

  • Keberlanjutan Bisnis: Memiliki fondasi manajemen talenta yang kuat untuk mendukung ekspansi dan keberlanjutan bisnis jangka panjang.

Pelatihan Kolaborasi Digital Marketing dan Konvensional Marketing Pemula
Pelatihan Kolaborasi Digital Marketing dan Konvensional Marketing
0 (0 Rating)

"Hybrid Marketing Mastery: Sinkronisasi Strategi Digital & Konvensional untuk Pertumbuhan Bisnis Perbankan"

Di era transformasi digital, banyak lembaga keuangan terjebak dalam dikotomi antara pemasaran "lama" dan "baru". Padahal, kekuatan terbesar sektor perbankan terletak pada kepercayaan (trust) yang dibangun secara konvensional, yang kemudian diamplifikasi melalui efisiensi alat digital.

Pelatihan ini dirancang untuk membantu tim pemasaran dan pimpinan cabang dalam menyatukan kekuatan offline (seperti kanvasing, event komunitas, dan branding kantor) dengan kekuatan online (seperti iklan media sosial, konten edukasi, dan CRM). Peserta akan mempelajari bagaimana membangun perjalanan nasabah (customer journey) yang mulus—mulai dari melihat iklan di ponsel hingga merasa nyaman saat bertransaksi di kantor cabang.

Sub-Materi Pelatihan

1. Membangun Ekosistem Hybrid Marketing

  • Analisis perilaku nasabah baru: Mengapa nasabah melihat di media sosial tapi tetap ingin datang ke kantor?

  • Menghilangkan "sekat" antara tim lapangan dan tim digital.

  • Strategi Omnichannel: Menciptakan pengalaman yang konsisten di semua titik sentuh (touchpoints).

2. Digitalizing Traditional Outreach (Digitalisasi Cara Lama)

  • Optimalisasi Google Maps (Google Business Profile) untuk kantor pusat dan kantor kas agar mudah ditemukan saat kanvasing.

  • Mengubah alat pemasaran fisik (brosur/spanduk) menjadi pintu masuk digital menggunakan QR Code yang terintegrasi ke WhatsApp Business.

  • Strategi konten "Human-Centric": Mengemas kedekatan personal bank ke dalam format video pendek (Reels/TikTok).

3. Strategi "Hyper-Local" Marketing

  • Menggabungkan event komunitas (arisan, pasar murah, atau edukasi literasi) dengan iklan berbayar (FB/IG Ads) berbasis radius lokasi tertentu.

  • Teknik Retargeting: Cara "mengejar" calon nasabah yang pernah mengunjungi kantor cabang melalui iklan di media sosial mereka.

4. Optimalisasi CRM & Database Nasabah

  • Cara mengolah data nasabah konvensional menjadi audience yang bisa disasar melalui digital marketing.

  • Pemanfaatan WhatsApp Blast yang personal dan tidak dianggap sebagai spam (Edukasi vs Promosi).

  • Melacak sumber data: Mengetahui dari mana nasabah berasal (apakah dari brosur, rekomendasi, atau iklan Facebook).

5. Mengukur ROI (Return on Investment) Hybrid

  • Cara menghitung efektivitas kolaborasi antar kanal.

  • Key Performance Indicators (KPI) untuk tim marketing di era hybrid.

  • Studi kasus: Keberhasilan integrasi marketing di sektor keuangan mikro dan BPR.